TELUK KUANTAN – Mengawali kalender kerja Tahun Anggaran 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuantan Singingi menunjukkan komitmen gerak cepat dalam upaya penguatan fiskal daerah. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Intensif guna memetakan potensi serta merumuskan strategi jitu dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bapenda ini dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kuansing, Bapak Dr. H. Masrul Hakim, S.Ag, M.Pd.I. Turut hadir Asisten III Setda Kuansing, Bapak Drs. Azhar, M.M, serta Tenaga Ahli Percepatan Optimalisasi PAD, Bapak Aherson, S.Sos, M.Si, yang turut memberikan arahan serta bedah potensi pendapatan daerah.
Ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut:
Akurasi dan Validasi Data: Menjadi prioritas utama untuk memastikan basis data Wajib Pajak (WP) dan Retribusi daerah terdata secara presisi. Validitas data dinilai sebagai fondasi utama dalam meminimalisir potensi kehilangan pendapatan.
Kolaborasi Lintas Sektor: Menginstruksikan penguatan sinergi dengan berbagai instansi terkait guna menutup celah kebocoran pendapatan serta memperluas jangkauan sumber-sumber pendapatan baru.
Implementasi Langkah Taktis: Bapenda menyusun rencana aksi nyata yang terukur agar target PAD yang telah ditetapkan dalam APBD 2026 dapat tercapai secara maksimal, bahkan melampaui target.
Optimisme yang terbangun dalam rapat koordinasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi seluruh jajaran Bapenda Kuansing untuk terus berinovasi. Dengan PAD yang kuat, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi akan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kuansing.
0 Komentar